Wordpress, Jurnalisme dan CMS Mahal

Wordpress Logo
Wordpress memang dikenal orang sebagai blogging platform. Tapi bisakah menggunakan wordpress sebagai CMS untuk media jurnalisme profesional? Blog yang menggunakan wordpress memiliki keuntungan dibanding CMS lain seperti adanya fitur RSS feed, comment, trackbacks, dan inline link.
Dan ketika bicara mengenai kemudahan, wordpress bisa dibilang fool proof. Terus kenapa ya banyak media di Indonesia yang tidak mau menggunakan wordpress dan harus membeli CMS custom mahal dan sulit diimplementasi? Padahal kalau mau di list, wordpress punya semua fitur yang dibutuhkan sebuah portal berita online.
Misalnya
- RSS feed. Instalasi default wordpress sudah termasuk ini.
- Comment. Komentar juga merupakan bagian tak terpisahkan dari wordpress.
- Trackbacks, pingbacks, inline link, dsb.
- Search Engine Friendly.
- Interface yang mudah dan mendukung banyak bahasa di seluruh dunia.
- Open Source alias gratis. Tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun.
- Dukungan support dari komunitas wordpress yang semakin hari semakin besar.
- Dibangun diatas PHP dan MySQL yang juga open source walaupun MySQL bisa juga di custom dengan database lain.
- Kemudahan mendisain template dengan dukungan pustaka API (Application Programming Interface) yang luas dan mudah dipahami.
- Tersedianya banyak plugins untuk memperlebar fungsi.
- Update core system yang teratur.
- Dan masih banyak lagi….
Nah terus dengan sederet fitur-fitur canggih seperti itu kenapa ya banyak yang tidak sreg dengan wordpress?
Kalau saya bilang; saya pakai wordpress, nanti lawan bicara saya biasanya bilang gini: “Ohh itu sih blog namanya bukan website…”
Tapi bukannya blog itu juga website ya? Dunno, saya bukan orang pers gaptek yang suka memberi nama ini itu di tiap hal. Yang saya tahu wordpress answers all your needs untuk portal berita, photoblogging, video streaming, movie portal, apa saja deh.
Sementara wordpress yang open source semakin matang (didukung banyak developer dan komunitas), perusahaan-perusahaan raksasa media (takut salah kalau mau bilang Indonesia) merasa gengsi menggunakannya. Memang kalau di Indonesia, barang murah tidak laku, tapi barang mahal orang mengantri seperti waktu minyak tanah susah. Contohnya telepon genggam bergambar apel kegigit codot itu.
Mungkin misalnya sebuah media cetak ingin merambah ke media online pada saat rapat di meja besar dan penuh kertas akan terjadi percakapan seperti ini:
“Kita mau bikin media online, kebutuhan kita adalah RSS feed, iklan yang rotate, newsletter, dan bla bla bla bla. Kita butuh developer yang bla bla bla, CMS yang bisa bla bla bla.”
Seorang jurnalis muda yang biasa menulis di blog kemudian nyeletuk: “Pak kenapa nggak pakai wordpress? Semua yang bapak sebutkan tadi bisa diimplementasi disitu?”
“Gyaaaahahahahaa!!!” Kontan semua peserta rapat tertawa.
ZDNet, portal berita IT terkenal pun tidak malu-malu menggunakan wordpress. Coba jika misalnya perusahaan media anda menggunakan CMS yang dibuat secara custom. Mungkin saat ini CMS custom itu mengikuti standar, tapi cepat atau lambat akan menjadi belatung yang tidak diinginkan. Dan bagaimana jika orang-orang yang membuatnya pergi atau pindah? Jika ada sebuah pilihan open source yang kaya fitur dan tinggal pakai, kenapa harus buang-buang waktu membuat sesuatu yang sama?
- http://www.exectweets.com/
- http://www2.macleans.ca/
- http://blogs.techrepublic.com.com/
- http://news.zdnet.com/
- http://ourworld.unu.edu/en/
Kayaknya tiap perusahaan media yang membuat portal berita terserang penyakit “Ayo Membuat CMS sendiri”. Kebanyakan muncul dari praktek-praktek manajemen yang aneh. Para developer berkumpul dengan orang-orang media yang sok tau teknologi. Habis itu mereka berdiskusi tentang kebutuhan – yang sebetulnya sudah tersedia di luar sana. Tapi mereka memang suka menemukan sesuatu. Akhirnya deadline lewat. Pada akhirnya… mereka membuat sesuatu yang bisa didapatkan juga di Wordpress. Cuma beda merek dan lebih mahal. Mahal itu bagus, gratis itu tidak bagus.
Lagu lama diatas itu terus saja berulang-ulang dinyanyikan di berbagai media.
“Halo koran X, ini ada system bagus, developernya sudah tahunan mendedikasikan platform ini. Gratis kok.”
“Ah enggak ah, kami lebih suka bikin sendiri… (baca: kami lebih suka menyusahkan diri sendiri).”
17 Responses to “Wordpress, Jurnalisme dan CMS Mahal”
Leave a Reply










saya pke wordpress ^_^
senang mendengarnya…. hidup wordpress
Huahahah!! Setuju abis gw sama lo mas. Masa si bank yg donorin program gw mau bikin website, trus lo tau gak harganya berapaaa..?? Hahh?? berapaaa..?? seratus lima puluh fucking juta!!!! Pas gw bilang “Mbak, ntar jadwal sekolah yg dikunjungi saya aja ug aplot..” Si vendor yg bikin website ini bilang..”Eng.. gak bisa mbak, ini kan gak semudah itu..” Gw bilan g’Loh, ini kayak blog aja kan..? buka adminnya, saya taro jadwalnya..?” Doi bilang “wah, ini bukan blog mbak, pake bla bla bla bla bla.. Jadi gak mudah untuk masukin.” Ah eek.. Blog gw aja yg pake wordpress dikunjungin lebih banyak orang drpada website mahal lo itu.. Ahahahhaa..
Jiaahahaha setuju banget ti… Emang blog sama website apa bedanya? Berita juga pada dasarnya kan blog ya? Weblog, website log… Blog… Kalo cuman berita2 lucu aja, wordpress dimodifikasi juga masih mumpuni, malah jadi maksimal di mesin pencari…
siip, wordpress memang ok. Mudah, aman, dan tentunya gratiss..
setuju gan, tinggal gimana nge push fungsinya sampe mentok.
quote:
“Halo koran X, ini ada system bagus, developernya sudah tahunan mendedikasikan platform ini. Gratis kok.”
“Ah enggak ah, kami lebih suka bikin sendiri… (baca: kami lebih suka menyusahkan diri sendiri).”
saya pernah mengalami tuh, di tempat saya bekerja lebih memilih bikin CMS sendiri dibanding menggunakan yang udah terbukti
bikin pake wordpress donk suruh aja…
SAya pake wp gan…
setuju. walaupun banyak yg memandang sebelah mata tp saya tetap pakai wordpress bagi saya yg penting content.
bener bang!! saya bingung kenapa sih orang2 pada gak mau pake wordpress??? padahal dari sisi keamanan , php code , desain lebih mantep wordpress kalo saya bilang… , sedangkan kalo emang bikin CMS sendiri kayaknya terlalu beresiko untuk kasus securitynya….
blom lagi bug2 baru terus bermunculan di ranah internet tanah air…. ^_^ ^_^
biasa gengsi nya orang indonesia kan lebih gede
[...] Saya juga pernah memposting tulisan tentang wordpress disini. [...]
WOrdpress manteb tenan n’ setuju…
selain lebih kreatif dan inovatif wordpress, juga lebih stabil ::menurut saya lho Pakdhe ::
iya struktur kodenya juga lebih mudah dipahami…
setuju tuh… sip bgt.
iya padahal wordpress bisa bikin untuk macem2 loh.